HEADLINE NEWS

Jumat, 06 Mei 2011

Surabaya Under Cover – Panti Pijat (7)

Boleh Minta Ganti Wanita

Usai memilih paket, kita dibekali kunci dan dipersilakan menuju ruang loker untuk menanggalkan semua pakaian dan mengganti dengan kimono seragam panti pijat tersebut. Banyak pilihan sebelum kita melangsungkan terapi pemijatan, yakni berendam di jacuzzi, atau menikmati makanan dan minuman. Semua layanan tersebut gratis karena merupakan fasilitas dari tempat tersebut.
Setelah memanjakan diri dengan berendam dan menikmati makanan, kita akan langsung diarahkan menuju kamar terapi dengan diiringi wanita terapist. Letak kelebihan pada panti pijat kelas atas ini, kita berhak menolak dan mengganti wanita pemijat jika tidak sesuai dengan selera.
Berbeda dengan panti pijat kelas teri dan menengah, wanita terapist di panti pijat kelas atas ini lebih sopan dengan mengenakan seragam, meskipun tergolong mini. Kita pun dilayani dengan sangat sopan. Wanita terapis yang disediakan oleh panti pijat kelas atas ini tergolong berwajah di atas rata-rata, bahkan beberapa di antaranya diimpor langsung dari luar negeri.
Memasuki rungan terapi, kita disuguhi dengan pemandangan perabot yang serba mewah, dengan gaya tata ruang yang berbeda. Ada yang bergaya Jepang, Romawi dan bergaya keraton. Intinya kita dimanjakan bak raja.
Suasana ruangan pun terasa sangat nyaman, tidak seperti pati pijat kelas teri dan menengah yang terkesan kumuh. Lampu kuning remang, alunan musik serta bau aroma terapi menambah nyaman suasana, ditambah pula dengan lukisan-lukisan pemandangan yang menambah nyaman suasana ruangan.
Dengan sopan, wanita terapis berkulit bersih akan mempersilakan kita rebah di kasur terapi untuk memulai pemijatan. Wanita-wanita terapist di panti pijat kelas atas ini cenderung diam dan sopan, namun melayani setiap pembicaraan yang kita layangkan. Gerakan tangannya yang lembut, wajah ayu yang selalu tersenyum, serta beberapa inchi paha yang terbuka akibat rok mini dari seragamnya membuat para pria pencari nikmat akan sejenak melupakan masalah pekerjaan.

0 komentar:

Poskan Komentar